SHARE

Waktu pagi pukul 07.30 WIB hari ini,  Wisran Hadi  telah pergi.  Menyusul AA Navis, pengarang Robohnya Surau Kami yang delapan tahun lalu wafat, juga pada waktu pagi. Wisran Hadi, sebagai seorang hamba telah pergi menuju pentas teater illahi .

Ruang Pendidik INS Kayutanam adalah tempat AA Navis dan Wisran Hadi sempat berdikari. Di kawasan Ruang Pendidik itulah perjumpaanku dengannya sesekali pada loncatan hari-hari.  Pak Wis, selalu tampak olehku sosoknya yang rapi, pakaiannya seringkali berwarna hitam atau putih.

Wisran Hadi,  sulit ditampik, di Sumatera Barat telah cukup banyak melahirkan generasi pekerja seni, juga barangkali generasi yang tersebar dalam berbagai profesi yang dulu tergabung dalam Hitam Putih.

Aku memang tidak cukup banyak  referensi untuk menuangkan segala tentangmu, Pak Wis. Memang, yang lebih dekat adalah para seniorku dulu di INS Kayutanam yang sempat langsung berkecimpung soal teater dengan Wisran Hadi. Semestinya, merekalah yang berpengalaman menorehkan kisah ini.

Dibalik semua itu, kepergian Budayawan Minang dan Penulis Prosa ini, mengingatkanku kembali mengenang beberapa sahabat INS Kayutanam yang telah pergi. Mereka dan juga Pak Wis,  adalah prosa yang tak akan pernah mati. Selamat Jalan, Pak Wis. Semoga berjumpa dengan AA Navis  dalam ruang Maha Karya Tuhan yang tak bertepi.

Gondangdia, 28 Juni 2011

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here