SHARE
“Dengarlah, itu suara hujan, bukan hanya bunyi percik air yang menimpa atap” katanya menyanggah kataku ketika itu. 

Aku biarkan suara itu,  hanya ingin mendengar suara kamu. Lalu, ditutupnya telingaku dengan bisik rindu, di awal bulan itu.

***
“Hujan bulan Juni” katanya. 
“Bukan, itu judul puisi,  kamu tanya saja Sapardi” sangkalku.

Dibiarkannya aku menulis rindu. Lalu, dia pergi bersama bayu, di akhir bulan itu.


 
Persada,  9 Juni 2013

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here