SHARE

“Terima kasih kepada semua sahabat yang nyata atau yang maya atas ucapan dan doanya. Salam takjub untuk semua. Mari kita menari bersama. Menarikan hidup menjadi fantasista!”

Terus-terang, aku tidak fasih menerjemahkan Bahasa Inggris-Bahasa Indonesia seperti Zaim Rofiqi. Cukup kuserahkan kepada pembaca untuk memakna kata-kata ini “Dance of Your Life”.

Yang pasti, dalam usia yang seyogianya kian matang sebagai manusia, 30-40 tahun, walau babini alun, titik kisar perjalanan hidup ini menari-nari kian kemari–belum sehebat Buya Syafii:)

Sekarang, aku masih menimbang, apakah dalam proses jalan hidup kelak menjadi tokoh bangsa yang bercahaya di tengah belantara seperti Buya Syafii  atau menjadi Wakil Ketua MPR kayak Pak lik Hajriyanto Y Tohari.

Entahlah, nyatanya (bukan nyata bersama Hatta), hidup ini semesti nya menari dalam keberbagaian; dinamis, progresif, multitalenta dan multiguna; manusia merdeka, bukan begitu?

***
“Dance of Your Life” di tengah kota jakarta bak menarikan tangan mengocok batu domino. Semakin matang dan lihai menari-narikan tangan, gerak lengan dan telapak tangan menyatu bersama pikiran dan perasaan. Yakinlah, hidup pasti dimenangkan!

Namun, menari di atas penderitaan rakyat yang kian menderita adalah kekalahan paling hina sebagai manusia. Di tengah kesusahan rakyat, ada yang menari dengan pakai uang rakyat bersama Fustun dan Java Sakariah. Ada pula yang menarikan tangan menyiram secangkir teh kepada lawan dialognya, walau saban hari dia berjubahan.

***
“Dance of Your Life” Ambil pelajaran dari segala jenis tarian hidup dari beragam kultur keberbagaian. Terima kasih kepada semua sahabat yang nyata atau yang maya atas ucapan dan doanya. Salam takjub untuk semua. Mari kita menari bersama. Menarikan hidup menjadi fantasista!

Dua Sembilan Juni Dua Ribu Tiga Belas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here