SHARE

“Aku mencintaimu. Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu”  ― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni

Semula aku ingin menulis serius tentang Bulan Juni. Ya, Bulan Juni. Aku ingin menulis fokus tentang Mbah Sartre. Ya, Mbah Sartre. Engkong eksistensialisme yang meluncur hadir di bumi pada Bulan Juni (21 Juni 1905). Mbah Sartre sepertinya pernah bilang: “Manusia dapat mengerti bumi karena mereka menginjak bumi” Hmm… apakah aku sudah mengerti bumi dalam usiaku yang sudah dewasa ini.

Mulanya aku ingin berkisah panjang  tentang Bulan Juni, Ya, Bulan Juni. Aku ingin menulis luas tentang Mary McCarthy. Ya, Si Carthy. Novelis yang masa mudanya begitu cantik dan menawan. Si Carthy lahir di Bulan Juni (21 Juni 1912). Kabarnya Si Carthy pernah bilang: “Dalam kekerasan, kita lupa siapa kita”. Semoga aku tak pernah lupa aku ini siapa.

Semula aku ingin berkisah mengenai Bulan Juni. Ya, tentang Bulan Juni. Aku ingin menulis tentang Eddri Sumitra Ito, lebih akrab disapa E.S Ito yang lahir di Bulan Juni (21 Juni 1981). Ya, E.S. Ito. Novelis dan penulis film yang kecerdasannya luar biasa. Dalam sebuah wawancara Ito pernah bilang: “Waktu tidaklah linear. Waktu itu acak. Apa yang terjadi dimasa lampau bisa saja terjadi di masa mendatang. Sejarah bukan sesuatu yang hilang ditelan begitu oleh waktu. Menulis sejarah berarti memprediksi masa depan. Dan tugas seorang penulis adalah menggariskan masa depan” Aku sudah menggariskan masa depanku.

Mulanya aku ingin menulis tentang Juni. Ya, Juni. Aku ingin menulis lepas tentang Jokowi. Ya, Jokowi. Hadir di bibir bumi pada Bulan Juni (21 Juni 1961). Dalam iklan ramadhan, Jokowi berkata: “Kita akan selalu belajar untuk menjadi lebih baik. Hingga segala kebaikan yang kita lakukan membawa hikmah dan manfaat demi menjadi manusia yang lebih baik. Saya adalah Kamu. Kamu adalah Kita. Dan Kita adalah Bangsa Indonesia”. Semoga setelah 9 Juli ini bangsa kita menjadi lebih baik. Amin

Semula aku ingin menceritakan tentang Bulan Juni. Ya, Bulan Juni. Aku ingin menulis tentang Basuki Tjahaja Purnama. Ya, Ahok. Lahir pada 29 Juni 1966 . Ahok pernah bilang: “Kita lakukan apa yang sepatutnya manusia lakukan. Kita tidak mungkin jadi malaikat, tapi jangan sampai jadi setan. Jadi manusia sajalah.” Ya, aku jadi manusia sajalah. Tak perlu seperti malaikat, apalagi setan.

Sebenarnya aku juga ingin menulis tentang Hujan Bulan Juni. Ya, Hujan Bulan Juni karya Sapardi. Tapi waktu begitu sempit akhir-akhir ini, mungkin lain kali. Kepada keluarga, teman dan sahabat, terima kasih segala ucap dan doa dalam usiaku yang muda dan dewasa ini. Sajak ini kupersembahkan tulus untukmu:
“Aku mencintaimu. Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu”  ― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here